FOKUSIBER.COM – Hasil analisis IPS (Indonesia Polling Stations) menunjukkan bahwa PDI Perjuangan menjadi salah satu partai yang basis massa atau pemilihnya belum solid mendukung bacapres yang diusung oleh PDI Perjuangan yakni Ganjar Pranowo.
Sebagian responden yang mengaku pemilih PDI Perjuangan ternyata malah memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto.
“Jika pemilu dilaksanakan saat ini, hanya 53,2% responden yang mengaku pemilih PDI Perjuangan yang akan memilih bacapres Ganjar Pranowo.”
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Cara Isi Saldo PayPal Pakai ShopeePay via Jasa Top Up di Epayu
Ekonomi RI Tumbuh 5,12 Persen, Investasi Asing Buktikan Daya Saing dan Stabilitas
Surat Jalan Istri Menteri UMKM Meledak, KPK Bidik Sekjen dan Menterinya

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebanyak 36,4% menyatakan dukungannya pada Prabowo Subianto, sedangkan Anies Baswedan dipilih oleh 9,2%”
“Dan yang belum punya pilihan sebesar 1,2%.” ungkap Alfin Sugianto Peneliti IPS dalam rilis survei virtual Zoom, Jumat, 22 September 2023.
Baca artikel lainnya di sini: Survei IPS: Prabowo Subianto Menang Telak 56,2 Persen vs Anies Baswedan 36,5 Persen Head to Head
Baca Juga:
Lubang Jalan, Lubang Moral: KPK Ungkap Suap Proyek Sumut
BNPB: Letusan Lewotobi Ancaman Serius, Jangan Mendekat ke Kawah
Jasa Siaran Pers Persriliscom Melayani Publikasi ke Lebih dari 150 Media Online Berbagai Segmentasi
Survei IPS ini dilakukan pada periode 5-15 September 2023 di 38 Provinsi Seluruh Indonesia.
Jumlah sampel 1200 responden yang diperoleh melalui teknik acak bertingkat (multistage random sampling).
Margin of error kurang lebih 2,8% dan tingkat kepercayaan 95%.***
Baca Juga:
Polda Bali Selidiki Kematian AI, Tahanan Kasus Asusila Diduga Dikeroyok di Tahanan Polresta Denpasar
Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.
BMKG Laporkan Pendudukan Lahan oleh Ormas, Polisi Tangkap 17 Orang Terkait
Pemerintah Buka Suara soal Kontroversi Kolegium Dokter Spesialis dan Evaluasi Performa Kemenkes

























