Sebut Demokrasi Masih Pilihan Terbaik, CSIS Konfirmasi Prabowo – Gibran Menang Satu Putaran di Quick Count

- Pewarta

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon Presiden Prabowo Subianto bersama Calon Wakil Presiden Gibrang Rakbuming Raka. (Instagram.com/@prabowo)

Calon Presiden Prabowo Subianto bersama Calon Wakil Presiden Gibrang Rakbuming Raka. (Instagram.com/@prabowo)

FOKUSSIBER.COM – Hasil Pemilu 2024 versi hitung cepat (quick count) beberapa lembaga menunjukkan paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka sebagai pemenang.

Centre for Strategic and International Studies (CSIS) bahkan memastikan kemenangan itu bisa diraih dalam sekali putaran.

Ketua Departemen Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes menganalisa kemenangan itu.

Dia menyebut sebetulnya sudah diprediksi jika melihat dari tren elektabilitas Prabowo-Gibran yang terus melejit jelang Pemilu 2024.

Ia juga mengatakan keunggulan paslon tersebut terlihat dari hasil quick count yang dirilis sejumlah lembaga survei.

“Hasil quick count (QC) atau hitung cepat sejumlah lembaga survei mengonfirmasi kemenangan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka di kisaran 57-58 persen,” kata Arya melalui keterangan resmi, Rabu, 21 EBRUARI 2024.

Baca artikel lainnya, di sini: Prabowo Subianto Terima Ucapan Selamat dari MBZ via Telepon, Disapa dengan Panggilan ‘My Brother’

Tidak hanya memenangkan Pilpres, Arya juga mengatakan torehan angka yang diraih keduanya.

Menjadi yang tertinggi dari angka kemenangan yang pernah dicapai capres-cawapres di era sebelumnya.

Lihat konten video lainnya, di sini: Total 13 Pemimpin Negara Sudah Ucapkan Selamat ke Prabowo Subianto Atas Keunggulan di Pilpres 2024

“Dengan torehan tersebut hampir dipastikan pemilu presiden akan berlangsung dalam satu putaran.”

“Rekor tersebut berhasil memecahkan capaian Presiden Joko Widodo sebesar 55,50 pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 silam,” jelas Arya.

Baca Juga:

Pihak Istana Jakarta Tanggapi Penembakan Terhadap Donald Trump, Pengamanan Presiden Jokowi Diperketat?

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Kolaborasi dalam Program Makmur, Perum Bulog dan Pupuk Indonesia Serap Produksi Pangan Dalam Negeri

PKS Nyatakan Belum Ada Keputusan Terkait Dukungan untuk Bobby Nasution Maju di Pilgub Sumut

Adapun berdasar estimasi perolehan suara yang didapat berdasar dari quick count, yang digelar CSIS bersama Cyrus Network (CN), suara untuk Prabowo-Gibran nyaris memimpin di semua wilayah Tanah Air.

Tidak tanggung-tanggung, angka dukungan untuk paslon usungan Koalisi Indonesia Maju terpaut hingga puluhan persen, dibanding paslon lainnya.

Arya menyebut capaian itu telah memenuhi syarat kemenangan dalam Pilpres yang termuat dalam Pasal 6 (3) Undang-Undang Dasar 1945.

“Dalam pasal itu disebutkan bahwa ‘Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari lima puluh persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya dua puluh persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia, dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden’,” paparnya.

Lebih lanjut, Arya juga menjelaskan bahwa kemenangan Prabowo-Gibran dipengaruhi oleh sejumlah hal.

Salah satunya terlihat dari angka split-ticket voting yang terjadi pada pendukung partau koalisi Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud.

“Kondisi tersebut tentu menguntungkan Prabowo. Ia tidak hanya mendapatkan suara dari basis partai pendukungnya, tetapi juga mendapatkan suara dari partai koalisi lainnya,” ucap Arya.

Pengaruh lain yang juga turut menyumbang angka kemenangan Prabowo-Gibran juga didapat dari persepsi positif masyarakat terhadap kinerja pemerintah serta situasi ekonomi yang dinilai baik.

Arya menuturkan masyarakat melihat itu dari alokasi anggaran program bantuan sosial yang meningkat.

Berdasar catatan CSIS dalam survei pada Desember 2023 lalu, sebanyak 86,1 persen percaya pada Presiden.

“Kemenangan Prabowo-Gibran juga dapat dilihat dari perubahan strategi tim kampanye.”

“Yang menyasar kampanye di platform TikTok serta keterlibatan influencer berpengaruh dalam tim kampanye nasional.”

“Konten-konten Prabowo yang direproduksi di TikTok hampir selalu menjadi viral dan ditonton puluhan juta orang,” tambah Arya.

Kendati demikian, Arya menyebut potensi kemenangan Prabowo-Gibran sebetulnya telah terdeteksi sejak awal.

Apalagi bila merujuk pada hasil survei yang signifikasi sejak November 2023 lalu.

Ia menuturkan peta elektoral yang dinamis jelang pemilu membuat tim dari paslon lain mesti berpikir strategis, bahkan menekankan narasi pemilu berjalan lebih dari putaran.

“Dengan gap suara yang tinggi, menjadi sangat sulit bagi Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo – Moh. Mahfud MD untuk mengejar suara Prabowo-Gibran yang terus meroket.”

“Hal yang masih mungkin diusahakan saat itu adalah ‘memaksa’ pemilu presiden bisa berlangsung dua putaran,” jelas Arya.

CSIS, lanjut Arya, menganalisa bahwa dalam strategi memenangkan hati pemilih, paslon 01 dan 03 juga melancarkan gerakan yang relatif berbeda menjelang akhir masa kampanye.

“Untuk mempengaruhi sikap pemilih di akhir masa kampanye, Anies Baswedan memilih mengendurkan ‘serangan’nya pada debat pamungkas calon presiden. Sebaliknya, Ganjar justru semakin agresif menyerang,” ujarnya.

Terakhir, Arya bersama CSIS mencatat bahwa Pemilu 2024 menggenapkan proses demokrasi yang telah dilakukan sejak reformasi 1998.

Artinya, setelah periode tersebut, Indonesia telah melewati enam kali pemilu.

Ia melihat dengan segala kurang dan lebihnya, demokrasi masih menjadi pilihan terbaik bagi Indonesia dalam menghadapi masalah nasional dan internasional ke depan.

“Dalam setiap pemilu kita menyaksikan kekuasan itu naik dan turun.”

“Perubahan-perubahan politik datang begitu cepat, sehingga kita tidak punya banyak waktu untuk beradaptasi.”

“Demokrasi dengan segala catatannya, masih menjadi pilihan terbaik untuk kita sampai kapanpun,” katanya.

“Kita membutuhkan seorang negarawan yang demokrat untuk memimpin lebih dari 270 juta orang di negeri ini.”

“Untuk menghadapi tantangan domestik dan global yang kian berat di tahun ini dan tahun-tahun ke depan, kita membutuhkan kabinet yang kompeten dan berpengalaman,” pungkas Arya.***

Artikel di atas juga sudah dìterbitkan di portal berita nasional Harianindonesia.com.

Sempatkan juga untuk membaca artikel menarik lainnya, di portal berita Infoekspres.com dan Teksnews.com.

Berita Terkait

Partai NasDem Ungkap Alasan Tak Usung Kader Internalnya untuk Maju di Pilkada DKI Jakarta 2024
Akan Maju Sebagai Gubernur pada Pilkada Jawa Tengah 2024, Ini Isysrat yang Ditunjukan Kaesang Pangarep
PKS Nyatakan Belum Ada Keputusan Terkait Dukungan untuk Bobby Nasution Maju di Pilgub Sumut
Survei Indikator Politik Indonesia, Irjen Pol. Ahmad Luthfi Menjadi Top of Mind Calon Gubernur Jawa Tengah
Kaesang Pangarep Lebih Berpeluang Menang di Pilkada Jateng Dibanding Jakarta, Begini Penjelasan Pengamat
PAN Sebut Kaesang Pangarep Adalah Sosok Alternatif yang Dapat Diusung Sebagai Cagub Jakarta
Presiden Jokowi Dituding Ikut Campur Dorong Dirinya Maju di Pilkada Jakarta, Ini Respons Kaesang Pangarep
Siapa Pendamping Calon Gubernur Jakarta Mohamad Sohibul Iman? PKS Menjawab Begini
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 09:34 WIB

Kolaborasi dalam Program Makmur, Perum Bulog dan Pupuk Indonesia Serap Produksi Pangan Dalam Negeri

Rabu, 10 Juli 2024 - 20:26 WIB

BNSP Turut Hadir: Standar Kompetensi Baru untuk Industri Jasa Keuangan dari Konvensi Nasional

Sabtu, 6 Juli 2024 - 19:28 WIB

Pelantikan DPW PROPAMI Jambi Raya: Edukasi Pasar Modal Jadi Prioritas di Jambi

Sabtu, 6 Juli 2024 - 13:59 WIB

Jamin Penyelenggaraan Keamanan Pangan Segar, Bapanas Intensifkan Pengawasan Keamanan

Kamis, 4 Juli 2024 - 09:16 WIB

Sektor Financial, Energy, dan Basic Materials: Penggerak Utama IHSG di Bulan Juli Berdasarkan Potensi Fundamental

Selasa, 11 Juni 2024 - 07:54 WIB

Pertamina akan Akuisisi Produsen Gula dan Ethanol dari Brazil, Ini Kata Menko Luhut Binsar Pandjaitan

Minggu, 9 Juni 2024 - 22:57 WIB

Pameran Nusatic 2024 Jadi Ajang Peresmian LSP Perikanan Hias Indonesia: Dorong Kompetensi dan Kualitas SDM

Rabu, 22 Mei 2024 - 13:40 WIB

OJK Gelar Prakonvensi RSKKNI: Fokus pada Pengawasan dan Perlindungan Konsumen

Berita Terbaru