SINGAPURA, 15 Mei 2026 /PRNewswire/ — Xiaohongshu Business baru-baru ini menggelar 2026 Xiaohongshu Business x Singapore Outbound Tourism Forum di Singapura. Selain pelaku dan pakar industri budaya serta pariwisata global, ajang ini turut dihadiri perwakilan Singapore Tourism Board. Para peserta berdialog secara mendalam tentang tren baru dalam perjalanan wisata yang semakin dipengaruhi selera pribadi. Di sisi lain, para peserta mengeksplorasi peluang baru bagi pasar pariwisata luar negeri.
Pergeseran Pola Pikir Wisatawan: Minat Pribadi Menentukan Rencana Liburan
Pola perjalanan wisata kini mengalami perubahan besar. Wisatawan modern tidak lagi bepergian untuk mengunjungi destinasi tertentu, melainkan mengejar minat dan pengalaman yang sesuai dengan preferensi pribadi. Berdasarkan data Xiaohongshu periode Januari–Desember 2025, jumlah pengguna aktif bulanan pada platform ini dari kalangan wisatawan yang ingin berlibur ke luar negeri mencapai 130 juta orang. Lebih dari 90% pengguna aktif melakukan pencarian informasi terkait perjalanan wisata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut General Manager, Commercial Cross-border & Internet Industry Group, Xiaohongshu, Tim Zhang, tren "blind box-style travel" semakin berkembang karena didorong tiga motivasi utama, yakni kebutuhan akan resonansi emosional, rasa ingin tahu terhadap pengalaman baru, serta ketertarikan pada gaya hidup lokal. Sederet faktor tersebut dapat menjadi acuan bagi Singapura untuk memenuhi kebutuhan wisatawan asal Tiongkok dan membuka potensi pasar baru.
Tren Berbasiskan Gaya Hidup Sehari-hari Mendorong Transformasi Layanan Pariwisata Luar Negeri yang Lebih Personal
KWONG Dodo, Regional Head, Commercial Cross-border Asia & Middle East, Xiaohongshu, mengungkapkan sejumlah perubahan penting dalam tren wisatawan mancanegara di Singapura. Sebagai salah satu destinasi utama di Asia Pasifik yang rutin menggelar ajang olahraga kelas dunia dan pertunjukan hiburan berskala besar, Singapura memiliki daya tarik tinggi untuk dikunjungi hingga beberapa kali. Selain itu, gaya hidup perkotaan yang santai, serta layanan premium di Singapura dinilai mampu memenuhi kebutuhan wisatawan terhadap pengalaman perjalanan yang lebih bermakna. Hal tersebut turut membuka peluang besar bagi pengembangan pariwisata kesehatan premium. Di sisi lain, gaya hidup khas Singapura kini menjadi pertimbangan penting yang menentukan keputusan wisatawan sebelum berlibur. Dengan demikian, posisi Singapura semakin kuat sebagai salah satu pusat utama wisata eksploratif di dunia.
Berdasarkan Insight Framework khusus dari Xiaohongshu, Kwong Dodo juga memaparkan empat kelompok konsumen dengan pertumbuhan terpesat di sektor wisata luar negeri. Generasi muda urban yang berlibur bersama orang tua menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sementara itu, pengguna berusia 19–25 tahun sangat bergantung pada pencarian informasi perjalanan secara seketika meski konten yang tersedia masih terbatas. Selain itu, kelompok kelas menengah dengan preferensi konsumsi malam hari berbasiskan gaya hidup juga berkembang pesat. Namun, kebutuhan mereka terhadap konten wisata yang lebih personal dinilai belum terpenuhi. Orang tua masa kini yang lebih menghargai pola tumbuh kembang anak tergolong sebagai bagian dari 20 juta pengguna aktif bulanan pada platform Xiaohongshu, sementara konten perjalanan autentik dari perspektif ibu masih relatif minim. (Sumber data: Xiaohongshu Insight Search Index × Category Heat Base Table | Periode analisis: sepanjang 2025)
Empat demografi wisatawan tersebut mengarah pada satu kesimpulan yang sama, yakni konten wisata yang saat ini tersedia tidak lagi mampu mengimbangi perubahan kebutuhan konsumen. Untuk itu, pelaku industri harus menutup kesenjangan antara permintaan dan ketersediaan konten, sekaligus memperkaya layanan pariwisata yang berkualitas tinggi. Kedua hal ini akan menjadi fokus utama di industri budaya dan pariwisata Singapura ke depan.
Strategi Pemasaran Tiga Tahap untuk Mendorong Pertumbuhan yang Saling Menguntungkan
Berdasarkan analisis perilaku konsumen, Strategy Head, Commercial Cross-border, Xiaohongshu, Lai Sisi, memperkenalkan strategi pemasaran tiga tahap bagi sektor pariwisata luar negeri Singapura pada 2026. Pertama, memanfaatkan keunggulan sebagai pelopor industri dengan mengembangkan matriks konten tersegmentasi melalui distribusi yang lebih tepat sasaran berdasarkan kelompok audiens. Kedua, membangun persepsi merek dengan membangun identitas merek khas Singapura guna membentuk ekspektasi wisatawan dan pola konsumsi. Ketiga, mendorong pertumbuhan yang saling menguntungkan dengan mengubah strategi seeding menjadi kinerja komersial nyata sekaligus menciptakan siklus pertumbuhan berkelanjutan bagi industri pariwisata.
Ajang ini menjadi momen penting dalam kerja sama antara Xiaohongshu Business dan Singapore Tourism Board, serta menghadirkan peluang baru bagi pengembangan ekosistem konten dan konversi bisnis di industri pariwisata luar negeri. Ke depan, penguatan strategi seeding memerlukan kolaborasi dari seluruh pelaku industri. Kerja sama yang lebih erat diharapkan menjadi titik awal baru bagi kolaborasi lintas-sektor di industri budaya dan pariwisata.




























